Hiswana Migas DPD III Kawal Penyaluran LPG 3 Kg di Tengah Krisis Global

Berita17 Dilihat

Jakarta — Hiswana Migas DPD III terus mengintensifkan sosialisasi distribusi BBM subsidi dan LPG 3 kilogram tepat sasaran sebagai langkah menjaga stabilitas pasokan energi nasional di tengah meningkatnya tekanan krisis energi global dan fluktuasi harga minyak dunia.

Upaya tersebut dilakukan menyusul meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak geopolitik internasional, konflik di kawasan Timur Tengah, serta ketidakpastian rantai pasok energi global yang berpotensi memengaruhi distribusi energi subsidi di dalam negeri.

Ketua DPD III Hiswana Migas Heddy S Hedian menyampaikan bahwa distribusi BBM subsidi dan LPG 3 Kg harus benar-benar diawasi agar tetap tepat sasaran serta dapat dinikmati masyarakat yang berhak menerima subsidi pemerintah, seperti nelayan, petani, pelaku UMKM, transportasi umum, dan masyarakat berpenghasilan rendah.

“Situasi energi global saat ini menuntut seluruh stakeholder energi nasional untuk memperkuat pengawasan distribusi BBM dan LPG subsidi agar tidak terjadi penyalahgunaan, penimbunan, maupun distribusi yang tidak sesuai peruntukan,” ujarnya.

Hiswana Migas mengajak seluruh agen dan pangkalan resmi untuk meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi distribusi energi subsidi, termasuk penerapan mekanisme penyaluran sesuai ketentuan pemerintah dan pengawasan terhadap konsumen pengguna.

Selain itu, masyarakat juga diberikan edukasi mengenai pentingnya penggunaan BBM dan LPG subsidi secara bijak agar keberlangsungan subsidi energi dapat tetap terjaga. Pemahaman masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan energi nasional di tengah tekanan ekonomi global.

DPD III Hiswana Migas juga menegaskan pentingnya sinergi antara badan usaha, pemerintah daerah, aparat pengawasan, dan masyarakat guna memastikan distribusi energi subsidi berjalan lancar tanpa gangguan yang dapat memicu antrean panjang maupun kelangkaan di lapangan.

Dalam sosialisasi tersebut, pangkalan LPG dan lembaga penyalur BBM diingatkan untuk mematuhi Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Pentingnya mematuhi HET, menjaga stok cadangan, serta mengedepankan pelayanan kepada masyarakat yang memang berhak menerima subsidi.” pungkasnya.

Komentar