oleh

Front Aksi Pattimura Muda Jakarta Kenang 202 Pattimura

-Berita-186 views

Jakarta – Front Aksi Pattimura Muda Jakarta mengajak seluruh generasi pewaris semangat dan ideologi perjuangan kapitan Pattimura dalam momentum memperingati Hari Pattimura yang ke-202 tahun pada tanggal 15 Mei 2019, bagi kalangan pemuda dan masyarakat Maluku.

Lewat Momemtum 202 Tahun, mari kita sejenak Mengenang dan mendoakan perjuangan Kapitan Pattimura yang begitu luar biasa memperjuangkan khususnya Bangsa Maluku dan pada umumnya bangsa Indonesia dengan Dimulai Pertama kali pada Tanggal 15 Mei 1817 di Pulau Saparua, provinsi Maluku. Maka, Sebagai Putra daerah yang berasal dari Bangsa Maluku sekaligus tergabung dalam Organisasi Front Aksi Pattimura Muda mengajak kepada seluruh generasi Maluku yang berproses baik di Wilayah DKI Jakarta dan lainnya.

Mengenang perjuangan Para pahlawan nasional kita saat masa peperangan memiliki daya juang yang begitu tinggi. Mereka bahkan tidak takut mati, demi membela dan melindungi bangsa dan negara Indonesia yang telah merdeka ini.

Dengan sifat-sifat tahan banting dan tahan mental itulah yang jarang dimiliki generasi muda sekarang. Maka dari itu di bulan yang bersejarah ini senantiasa dapat menginspirasi kita dalam memperingati hari Pattimura ini sebagai momentum yang bersejarah.

Mengulas sedikit tentang autobiografi dari sosok Kapitan Pattimura yang kemudian disapa dengan nama asli
Thomas Matulessy, lahir di Negeri Haria, Saparua, Maluku tahun 1783.

Perlawanannya terhadap penjajahan Belanda pada tahun 1817 sempat merebut benteng Belanda di Saparua selama tiga bulan setelah sebelumnya melumpuhkan semua tentara Belanda pada wilayah benteng tersebut. Namun beliau akhirnya tertangkap. Kemudian melalui Pengadilan kolonial Hindia Belanda menjatuhkan hukuman gantung padanya. Eksekusi yang dilakukan pada tanggal 16 Desember 1817 akhirnya merenggut jiwanya.

Namun mengenang betapa Perlawanan sejati yang ditunjukkan oleh kapitan Pattimura dengan keteguhannya tidak mau berkompromi dengan pihak Belanda yang menunjukan betapa keseriusannya dalam mempertahankan harkat dan martabat sebaga bangsa pribumi negeri Al-Muluk dari kungkungan penjajah Belanda.

Bahkan beberapa kali bujukan dan rayuan dari pemerintah Hindia Belanda agar beliau bersedia bekerjasama sebagai syarat untuk melepaskannya dari hukuman gantung.

Namun rayuan itu tidak pernah menggodanya. Bahkan beliau memilih gugur di tiang gantung sebagai Putra Kesuma Bangsa dari pada hidup bebas sebagai penghianat yang sepanjang hayat akan disesali rahim ibu yang melahirkannya.

Dalam sejarah pendudukan bangsa-bangsa eropa di Nusantara, banyak wilayah Indonesia yang pernah dikuasai oleh dua negara kolonial secara bergantian. Terkadang perpindah tanganan penguasaan dari satu negara kenegara lainnya itu malah kadang secara resmi dilakukan, tanpa perebutan. Demikianlah wilayah Maluku, daerah ini pernah dikuasai oleh bangsa Inggris kemudian berganti dikuasai lagi oleh bangsa belanda.

Kapitan Pattimura dalam catatan sejarahnya dikenang gugur sebagai Pahlawan Nasional.

Dari perjuangan-perjuangannya beliau menitipkan satu pesan yang tersirat kepada pewaris bangsa ini agar
sekali-kali jangan pernah menjual kehormatan diri, keluarga, terutama bangsa dan negara ini kepada siapapun itu. Sebab kemerdekaan itu sangatlah mahal.

Thomas Matulessy atau yang disapa dengan Kapitan Pattimura adalah salah satu sosok pejuang kemerdekaan berasal dari negeri Al-Muluk negeri para raja-raja yang begitu gigih memperjuang hak dan kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajah imprealisme dan kolonialisme Hindia Belanda.

Dengan adanya mimbar bebas ini kami dari Front Aksi Pattimura Muda Jakarta mengajak pemuda khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Jadilah prajurit-prajurit perdamaian yang cinta akan nilai-nilai kemanusiaan dan persaudaraan atau persatuan Indonesia. Sebagaiman termaktub dalam poin ke-tiga Pancasila yaitu : Persatuan Indonesia. “Jangan pernah lelah mencintai Indonesia. Tebarlah kebaikan, bukan kebencian.”

Pesan Terakhir :Pattimura-Pattimura tua boleh di hancurkan, tetapi kelak Pattimura-Pattimura Muda Akan bangkit“.

Komentar

News Feed