oleh

Tolak Hoax, DKM dan MUI Bekasi Ajak Umat Jaga Perdamaian

-Berita-159 views

Bekasi – Menilai masih banyaknya praktik penyalahgunaan Masjid untuk kepentingan kampanye politik praktis, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) seluruh kota Bekasi pun angkat bicara. Salah satunya adalah DKM Masjid Al Muhajirin yang terletak di Jl Maskoki Raya, Bekasi, Jawa Barat. Mereka menyerukan agar jamaah tidak mudah terjebak dengan narasi politik praktis yang digelontorkan di dalam kawasan Masjid.

Apalagi dalam narasi kampanye politik praktis tersebut, acap kali sering membuat masyarakat bukannya bersatu melainkan terkotak-kotak hanya karena persoalan perbedaan pandangan politik saja.

“Kami mengajak para jamaah semuanya agar ikut menjaga perdamaian dalam kehidupan bermasyarakat,” kata pengurus Masjid Al Muhajirin, Haji Tasim Hartoyo dalam Tabligh Akbar Istighosah Bekasi Bersholawat dan Berdzikir, Minggu (13/1/2019).

Kemudian ia juga mengingatkan kepada seluruh jamaah yang hadir agar tidak mudah terbawa wacana yang tidak sesuai fakta alias hoaks.

“Juga saya mengingatkan untuk bapak ibu agar tidak ikut menyebarkan hoaks yang dapat menyebabkan terpecah belahnya bangsa,” tuturnya.

Terlebih menurutnya, menjelang proses pemungutan suara di Pemilu 2019 seperti saat ini, hoax sudah menjadi barang lumrah dan berseliweran di masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui media sosial.

“Bahaya hoaks saat ini yang sedang marak apalagi mendekati agenda Pemilu 2019, kita sebagai umat beragama harus menjaga dan ikut serta mensukseskan agenda politik tahun ini,” pungkasnya.

Ditambahkannya lagi, bahwa siapapun yang menjadi Presiden dan Wakil Presiden nanti, seluruh rakyat Indonesia termasuk jamaah Masjid Al Muhajirin harus mendukung pemerintahan yang sah.

“Siapapun yang jadi tidak jadi masalah bagi kita dan tidak ada untungnya karena kita hanyalah rakyat biasa yang harus mendukung siapapun pemerintah yang berkuasa,” jelas Haji Tasim.

Di lokasi yang sama, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi, KH Zamaksyari Abdul Majid juga mengingatkan dan mengajak kepada seluruh jamaah dan umat Islam untuk tidak mudah termakan berita bohong alias hoaks.

Apalagi di momentum politik 2019 saat ini, hoaks seperti sebuah komoditas yang lumrah hanya untuk membuat lawan politik tertentu lemah di mata publik. Dan sayangnya, komoditas politik praktis semacam itu juga muncul di lingkungan masjid.

“Menjelang Pilpres 2019 kita harus mengembalikan fungsi masjid sebagaimana fungsinya yaitu untuk ibadah kepada Allah SWT, masjid tempat yang damai untuk umat beribadah seperti fungsi masjid yang sebenarnya yang tidak ikut-ikutan menyebarkan hoaks serta fitnah,” kata Kiyai Zamaksyari dalam kesempatan yang sama.

Kemudian menurut Kiyai Zamaksyari, aksi penyebaran hoaks dan fitnah adalah bagian dari ciri-ciri orang munafik, yakni berbicara bohong apapun dalih yang dipakai untuk pembenaran.

“Orang-orang yang (produksi dan sebar) hoaks itu adalah tanda-tanda dari orang munafik yang suka berbohong dan suka menjanjikan. Dan tidak pernah menempati janjinya maka disebut munafik,” tuturnya.

Menurutnya, masjid bukan tempatnya berkampanye dan berkegiatan politik praktis, apalagi sampai tempat penyebaran hoaks dan fitnah.

“Masjid tidak boleh dijadikan tempat kampanye untuk memobilisasi masa suatu partai apapun,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, DKM Masjid Al Muhajirin dan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Bekasi sebagai penyelenggara tabligh akbar dan istighosah pun menyempatkan diri untuk menyampaikan Deklarasi Ulama dan Masyarakat Bekasi. Diantaranya adalah ;

1. Mendukung Program Pemerintah Demi Bangsa dan Negara, Demi Keutuhan NKRI.
2. Stop Hoaks dan Fitnah, Lawan Radikalisme dan Intoleran,
3. Jaga kesucian masjid dari kegiatan program pemerintah dan Pemilu 2019 damai.

Komentar

News Feed