Hebat! Kampung di Gandaria Utara Bikin Risma, Puti Guntur, dan Bintang Puspayoga Turun Langsung

Berita Utama30 Dilihat

Jakarta – Inovasi Bang Jali (Bareng Jaga Lingkungan) yang dikembangkan warga RT 11 RW 7 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mendapat perhatian jajaran pimpinan DPP PDI Perjuangan. Sejumlah tokoh nasional hadir langsung untuk melihat berbagai inovasi berbasis gotong royong yang mengintegrasikan aspek keamanan dan pelestarian lingkungan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pendidikan dan Kebudayaan sekaligus Anggota DPR RI Puti Guntur Soekarno, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perempuan dan Anak Bintang Puspayoga, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Penanggulangan Bencana Tri Rismaharini, serta Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi DKI Jakarta Bidang Penanggulangan Bencana, Kesehatan, Perempuan, dan Anak sekaligus Anggota DPRD DKI Jakarta Chicha Koeswoyo.

Dalam kunjungan tersebut, para tamu meninjau langsung implementasi Bang Jali, yang memiliki dua pilar utama. Pilar pertama berfokus pada keamanan lingkungan melalui penerapan e-Gate 11, GPS, CCTV, Alarm Panic Button, Si Jaga Warga, dan Patrolink. Sementara pilar kedua menitikberatkan pada pengelolaan sampah organik menjadi pupuk kompos melalui program Komling (Kompos Keliling), KOMA (Komposter Mandiri), dan Smart Geprek.

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Penanggulangan Bencana Tri Rismaharini memberikan apresiasi atas konsep pembangunan yang lahir dari inisiatif warga.

“Semua ini berangkat dari bottom-up. Mulai dari pembiayaan hingga pelaksanaannya dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat. Model seperti ini akan lebih berkelanjutan karena masyarakatnya sudah terbentuk untuk saling peduli dan bekerja sama,” ujarnya, hari ini.

Risma juga menilai inovasi tersebut tidak hanya menghadirkan solusi praktis bagi lingkungan, tetapi juga membangun budaya tanggung jawab di tengah masyarakat.

“Kampung ini memberikan edukasi tentang tanggung jawab. Setiap warga merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap lingkungan tempat tinggalnya,” katanya.

Menurut Risma, kepemimpinan di tingkat RT menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan program tersebut.

“Tidak mudah menemukan pemimpin lingkungan yang mau mengorbankan waktu, tenaga, dan pikirannya tanpa pamrih demi kepentingan warga. Karena itu, saya mengucapkan selamat kepada warga yang memiliki Pak RT dan Bu RT seperti ini,” tuturnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan suasana penuh keakraban melalui makan bersama secara lesehan antara para tamu dan warga. Menu yang disajikan berasal dari hasil program ketahanan pangan RT 11, di antaranya ikan lele dan nila yang dibudidayakan oleh warga sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemandirian pangan di lingkungan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program tersebut, para tamu juga melakukan penyerahan simbolis bibit tanaman sayuran kepada warga RT 11. Bibit tersebut diharapkan dapat memperkuat gerakan ketahanan pangan sekaligus mendorong semakin banyak warga memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam kebutuhan pangan sehari-hari.

Inovasi Bang Jali di RT 11 RW 7 Gandaria Utara menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi dan gotong royong masyarakat mampu menghadirkan sistem keamanan lingkungan, pengelolaan sampah yang produktif, hingga penguatan ketahanan pangan. Model pembangunan berbasis partisipasi warga ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lingkungan lain dalam mewujudkan kawasan yang aman, bersih, mandiri, dan berkelanjutan.

Komentar