Kolaborasi Tim Pengabdian Masyarakat ITB dengan Matematika UNNES & UNP Kerjasama Atasi Learning Loss Pasca Pandemi

oleh
oleh

Pada masa pandemi COVID-19, proses pembelajaran pada berbagai tingkat, mulai dari tingkat pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi di seluruh dunia mengalami disrupsi secara signifikan. Selama periode tersebut, sebagian besar proses pembelajaran dilakukan secara daring dengan berbagai kendala. Pelaku pendidikan telah menerapkan berbagai inovasi dalam mengatasi berbagai masalah yang muncul, efek disrupsi tetap dirasakan sangat kuat, terutama pada hasil belajar siswa dan mahasiswa. Fenomena ini, lazim disebut learning loss, memiliki dampak jangka panjang yang akan dirasakan baik oleh siswa maupun pada akhirnya oleh masyarakat. Salah satu dampak tersebut adalah menurunnya keterampilan dalam menyelesaikan masalah dan kemampuan menghadapi berbagai tantangan hidup bermasyarakat.

Kesenjangan antara tuntutan dengan keterampilan yang dikuasai siswa sudah terlihat pada semua jenjang pendidikan, dari pendidikan dasar sampai dengan pendidikan tinggi. Hal ini terlihat pada penurunan capaian pembelajaran yang cukup signifikan yang dialami mahasiswa tahun pertama Institut Teknologi Bandung (ITB), yang notabene adalah lulusan sekolah yang paling terdampak oleh pembelajaran semasa pandemi.

Melihat masalah ini, tim Pengabdian kepada Masyarakat ITB melalui skema Bottom-Up tahun 2023 yang terdiri dari Jalina Widjaja, Ph.D., Yudi Soeharyadi. Ph.D., dan Oki Neswan, Ph.D. berkolaborasi dengan Prof. Dr. St. Budi Waluya, M.Si (Universitas Negeri Semarang) dan Dr. Arnellis, M.Si (Universitas Negeri Padang) beserta tim pendukung terdorong untuk berkontribusi dalam mengatasi learning loss dalam pembelajaran matematika pada masa pasca pandemi, terutama pada siswa SMA.

Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah membentuk sistem yang implementable dan sustainable bagi guru untuk mengenali tingkat learning loss dan menyusun strategi mengatasinya. Dengan sistem ini, diharapkan terbangun sikap ilmiah dan berdasarkan studi atas data yang memungkinkan guru-guru merespon dengan lebih akurat dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran sehingga dapat mempersempit kesenjangan antara proses dan hasil belajar siswa akibat learning loss.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam tiga tahap: 1. Studi awal dan analisis kuesioner pembelajaran pada masa pandemi dan setelah pandemi kepada guru matematika di kota Padang dan Semarang, 2. lokakarya sistem untuk mengatasi learning loss, dan 3. lokakarya penyusunan latihan persiapan dokumen sistem untuk mengatasi learning loss.

Kegiatan pertama, kuesioner pembelajaran pada masa pandemi dan setelah pandemi dilaksanakan melalui google form yang disebarkan kepada para guru di Kota Padang dan Semarang pada bulan Maret sampai dengan Mei 2023. Kegiatan kedua, yaitu lokakarya sistem telah dilaksanakan di kota Padang secara hybrid, bekerja sama dengan Matematika UNP dan MGMP Matematika SMA kota Padang pada tanggal 17 Juli 2023, bertempat di SMAN 1 Padang, diikuti oleh sekitar 75 peserta. Kegiatan lokakarya ini juga telah dilaksanakan di kota Semarang secara hybrid, bekerja sama dengan Matematika UNNES dan MGMP Matematika SMA kota Semarang pada tanggal 26 Juli 2023, bertempat di SMAN 3 Semarang, diikuti oleh sekitar 60 peserta. Pada kegiatan ketiga, yaitu lokakarya penyusunan latihan persiapan dokumen sistem, guru-guru menyiapkan bahan untuk pretest, melakukan analisis hasil pretest, membuat rencana pembelajaran dan bahan ajar sebagai tindak lanjut hasil analisis pretes. Lokakarya ini adalah bagian dari simulasi implementasi sistem tersebut. Sistem yang dibangun ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi para siswa setelah para guru mengimplementasikannya dalam pembelajaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.