Merongrong Persatuan & Kesatuan NKRI, Ulama Jateng Dukung Khilafatul Muslimin Dibubarkan

oleh -7.420 views

Jateng – Channel Youtube Love NKRI 2022 menggelar webinar bertema “Membedah Konsep Khilafah di Indonesia” dengan menghadirkan beberapa narasumber tokoh agama dan tokoh muda dari wilayah Tegal, Klaten dan Jawa Tengah.

(Wilayah Tegal merupakan amir daulah Jawa, wilayah Cirebon Raya dan Klaten merupakan amir daulah Jawa wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta).

Ketua Forum Slaturahmi Nusantara (FSN) Kyai Syarifudin membeberkan sejarah mula munculnya pergerakan khilafah dari tahun 1934 dengan nama Gerakan Kebangkitan yang kemudian diadopsi oleh Ikhwanul Muslimin yang dibentuk oleh Hasan Al Banna pasca kisruh mereka di tahun 1946.

Terkait kemunculan pergerakan Ikhwanul Muslimin, kata Kyai Syarif, banyak diadopsi oleh beberapa pergerakan antara lain HTI, Khilafatul Muslimin dan lain-lain yang terus menyuarakan Khilafah dan mengatasnamakan umat Islam.

“Terkait Khilafatul Muslimin, saya pernah melakukan konfrontasi terbuka dengan mereka tahun 2019 pada saat mereka membagikan selebaran. Karena selebaran yang mereka bagian sangat membahayakan dan merupakan upaya brainwash, doktrinisasi serta rekrutmen bergabung Khilafatul Muslimin,” tegas Kyai Syarif lagi.

Dia pun menghimbau Lembaga pemerintah khususnya TNI-Polri agar tidak mudah disusupi Wahabi Salafy yang secara pergerakan juga identik dengan Khilafatul Muslimin maupun HTI. Salah satunya menganggap kafir orang yang bukan dari kelompoknya, mudah membidah kan dan terus berupaya menghapus sejarah budaya bangsa Indonesia.

“Ini sangat berbahaya karena TNI-Polri mempunyai senjata dan peralatan perang,” ujarnya.

Kyai Syarif pun mengapresiasi langkah Polri yang melakukan penangkapan terhadap tokoh dan mengharapkan Polri juga melakukan penegakan hukum terhadap pengikut Khilafatul Muslimin serta mendukung pembubaran Khilafatul Muslimin.

Sementara itu Ketua Mutabil Ulama wilayah Kabupaten Tegal Kyai Salis Idris menjelaskan bahwa Imam ghazali pernah berstatemen bahwa Tuhan YME akan menolong Bangsa yang adil meski tidak berdasarkan sistem Islam, dan sebaliknya Allah akan menurunkan musibah suatu bangsa yang tidak adil meski berasaskan Islam.

“Kita harus mensiasati karena konsep khilafah bukan hanya disuarakan oleh tokoh cendekiawan maupun akademisi, namun juga non educated tanpa Pendidikan tinggi mereka juga berjuang mendirikan Khilafah,” sambung Kyai Salis.

Pihaknya yang juga mempunyai tanggung jawab untuk mereduksi pergerakan Khilafatul Muslimin antara lain dengan memberikan bimbingan langsung kepada umat Islam yang belum bisa mengaji, karena salah perekrutan kelompok mereka dengan ajakan mengaji Bersama tanpa batasan usia.

Hal senada juga dilontarkan Pengasuh Ponpes Ali AlFuadiyah Jawa Tengah KH.M.Noor Fuady. Kata dia, keberadaan Khilafatul Muslimin yang mengusung Khilafah sangat bertentangan dengan Pancasila, karena Pancasila sebagai titik temu yang disepakati oleh leluhur/ founding father sebagai dasar Negara bangsa Indonesia.

“Kita sebagai muslim terikat oleh kesepakatan sebagaimana al-Muslimūna ‘alā Syurūṭihim
setiap orang islam sebagai insan beragama terikat secara syar’i karena aturan Syariah mewajibkan kita menepati janji,” sebutnya.

Dijelaskannya, hadist 1852 dalam kitab shoheh muslim Abu Bakr bin Naffi dan Muhammad bin Basysyar telah menceritakan bahwa: Aku mendengar Rasulullah Shallahu ‘alaihi wassalam bersabda Sesungguhnya akan terjadi keburukan demi keburukan. Siapa saja yang ingin memecah belah umat ini padahal mereka sedang bersatu, maka kalian tebaslah dia dengan pedang (dibawah perintah penguasa), Siapapun dia.

“Saat ini Indonesia adalah negara yang sah mempunyai wilayah, mempunyai pemimpin Presiden, negara yang damai, maka apabila Khilafatul Muslimin membuat konsep negara dalam negara, memecah belah umat, sesuai Hadist 1852 bisa langsung dilakukan tindakan,” kata Kyai Noor.

Ia juga mendukung langkah Polri melakukan penegakan hukum terhadap tokoh Khilafatul Muslimin dan mendukung pembubaran Khlafatul Muslimin.

Dalam kesempatan yang sama, Ustadz Marzuki tokoh muda Klaten Jawa Tengah membeberkan bahwa pendapat Kholifatul fil’ard manusia di dunia tidak boleh membuat kerusakan, apa yang Khilafatul Muslimin sedang mendirikan konsep negara dalam negara yang tidak bisa dibiarkan, sudah ada kesepakatan founding father adalah Pancasila yang mengayomi berbagai agama, barang siapa yang mau mengganti Pancasila

“Kami menolak Khilafatul Muslimin yang ada di Klaten sebagai Amir Daulah Jawa wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta, serta mendukung Polri menindak tegas,” ujarnya.

“Siapapun yang berada di Indonesia kalau memaksakan konsep kenegaraan selain Pancasila harus ditindak tegas oleh aparat penegak hukum,” jelas Ustadz Marzuki lagi.

Dalam Closing Statement seluruh narasumber sepakat untuk bersama-sama meminta pihak-pihak terkait agar membubarkan Khilafatul Muslimin karena keberadaannya mengancam persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Comment

No More Posts Available.

No more pages to load.