Jakarta – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi, melontarkan peringatan keras kepada seluruh elemen buruh dan masyarakat agar tidak lengah terhadap potensi penyusupan kelompok anarko yang dinilai kerap memanfaatkan momentum aksi massa untuk menciptakan kekacauan.
Menurut Habib Syakur, pola penyusupan kelompok tersebut bukan hal baru. Mereka, kata dia, sering kali muncul di tengah aksi damai dengan tujuan memprovokasi kerusuhan, merusak fasilitas umum, hingga memicu benturan dengan aparat.
“Jangan sampai perjuangan buruh yang murni dan bermartabat justru dibajak oleh kelompok anarko yang hanya ingin menciptakan kekacauan. Ini bukan soal aspirasi, ini soal upaya merusak ketertiban,” tegasnya, hari ini.
Ia menekankan bahwa kewaspadaan harus ditingkatkan sejak awal, terutama oleh koordinator lapangan dan peserta aksi. Setiap indikasi provokasi, menurutnya, harus segera diisolasi agar tidak meluas dan merusak jalannya aksi.
“Kenali pola mereka. Biasanya menyusup, memancing emosi, lalu memicu tindakan anarkis. Jika ada tanda-tanda seperti itu, jangan ditoleransi. Segera laporkan dan cegah sebelum membesar,” ujarnya.
Habib Syakur juga mengingatkan bahwa aksi buruh memiliki legitimasi moral yang kuat jika dijalankan secara damai. Namun legitimasi tersebut bisa runtuh seketika apabila diwarnai tindakan kekerasan.
Ia menilai, keberhasilan aksi bukan diukur dari seberapa besar tekanan yang diciptakan di jalanan, melainkan dari seberapa kuat pesan yang disampaikan tanpa merugikan masyarakat luas.
Lebih lanjut, ia mendukung langkah aparat keamanan untuk bertindak tegas terhadap siapa pun yang terbukti melakukan tindakan anarkis, tanpa pandang bulu.
“Negara tidak boleh kalah oleh perusuh. Siapa pun yang merusak, menyerang, atau memprovokasi kerusuhan harus ditindak tegas sesuai hukum. Ini penting untuk melindungi kepentingan umum,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Habib Syakur mengajak seluruh elemen buruh untuk menjaga marwah perjuangan dengan tetap mengedepankan kedewasaan dalam berdemonstrasi.
“May Day adalah simbol perjuangan, bukan panggung kerusuhan. Jangan beri ruang bagi anarko merusak makna perjuangan buruh. Kita jaga bersama agar tetap damai, tertib, dan bermartabat,” pungkasnya.







Komentar