Sebagai Pengamat, Pernyataan Ikrar Nusa Bhakti Terkesan Melacurkan Akademisinya

Politik313 Dilihat
Peneliti LIPI Ikrar Nusa Bakti
Peneliti LIPI Ikrar Nusa Bakti

Jakarta – Koordinator Aliansi Rakyat Untuk SBY (ARUS), Akhmad Suhaimi mengatakan bahwa pengamat politik dari LIPI Ikrar Nusa Bhakti membuat pernyataan yang sangat tidak profesional sebagai seorang pengamat. Seorang Ikrar meremehkan kemampuan seorang Agus Murti Yudhoyono, ikrar juga menyebut Agus seorang tentara ingusan ini merupakan suatu pelecehan corp militer.

“Pernyataan Ikrar merupakan provokatif, tendesius dan tidak objektif dan menyakiti keluarga besar tentara Indonesia,” ucap Akhmad dalam keterangan persnya.

Menurut Akhmad, tidak ada tentara Indonesia yang pantas disebut ingusan. Semua personel tentara Indonesia adalah hebat, handal, siap dipimpin dan siap memimpin siapa saja, kapan saja dan di mana saja. 

“Tentara Indoensia siap ditugaskan di medan perang atau di pemerintahan, semata-mata demi pengabdian pada nusa dan bangsa,” tegasnya.

Akmad menilai pernyataan Ikrar sepertinya mewakili salah satu calon gubernur untuk menjegal Agus murti dan pasangannya. Ini sangat jelas terlihat dan salah satu kubu calon merasa takut sehingga mengutus seseorang untuk menghambat calon gubernur lainnya, namun sayang sikap dan pernyataannya tidak menunjukan seorang akademisi.

“Dengan jubah akademisi, Ikrar menjelma menjadi tim sukses Calon Gubernur,” tuturnya.. 

Akhmad juga merencanakan melaporkan Ikrar ke kepolisian dengan menjerat pasal Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Kami akan melaporkan Ikrar ke Mabes Polri pada Senin mendatang (26/9) dengan pasal ITE,” tukasnya.

Sementara itu dalam kultwitnya mantan politisi Partai Demokrat IGede Pasek Suardika menganggap pernyataan sikap  seorang pengamat setingkat Ikrar Nusa Bhakti  sangat arogan, saat ini banyak pengamat politik yang melacurkan intelektualnya demi kepentingan politik praktis.

“banyak pengamat politik sebagai tim sukse yang tersamar, tugasnya mengalang opini sayang terkesan intelektualnya dilacurkan,” twit Pasek dalam akun twitternya (24/9/16).

Tentang sosok Agus Harimurti, Gede Pasek mengatakan jika dirinya sangat menaruh simpatik dan hormat. Ia menilai Agus adalah sosok yang memiliki kemampuan intelektual tinggi, walaupun sejatinya, dirinya lebih sering berseberangan dengan sikap politik ayah Agus, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Saya memang berseberangan dengan SBY, tetapi dengan mas Agus saya respek dan kagum sejak dulu. Anak muda berprestasi intelektual diatas rata-rata,”twitnya.

Dalam twitny Pasek mengingatkan Ikrar bahwa pendidikan yang dijalani Agus selama ini tidak bisa dianggap sebelah mata. Pendidikan militer di Indonesia sampai ke Amerika pun juga tidak bisa dianggap sebelah mata. Ikar harusnya tidak memandang rendah orang lain dengan istilah anak ingusan, seakan hanya dirinya saja yang sudah tidak keluar ingus.

“Mentang-mentang pakar, Jangan meremehkan anak muda,” tandasnya.

Komentar