Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menyebut tidak akan ada demokrasi tanpa partai politik (parpol).
“Dari sekelompok orang yang sepaham bahwa pemikiran demokrasi itu harus melalui parpol. Jadi, kalau demokrasi itu wajib ada parpol,” kata Fadli Zon dalam diskusi publik bertajuk ‘Jalur Perseorangan ; Penguatan Demokrasi atau Deparpolisasi” di kantor MMD, Jakarta (30/3/2016).
Lebih lanjut, Fadli sependapat bahwa Negara Indonesia masih belum menjalankan demokrasi sepenuhnya. Dimana demokrasi saat ini belum bisa memberikan kesejahteraan kepada rakyat.
“Kita harus melihat kondisi kesejahteraan rakyat. Demokrasi itu bisa diterapkan apabila rakyat sejahtera,” tutur dia.
Fadli menegaskan tidak ada studi mengenai demokrasi yang akan membawa kesejahteraan itu sendiri, akan tetapi lebih kepada figur nya yang dinilai mampu membawa perubahan dengan sistem dan kepintarannya sehingga membuat demokrasi menjadi sejahtera.
“Demokrasi perlu dikoreksi yang pertama kita harus sejahtera dulu baru demokrasi dilakukan, bukan sebaliknya demokrasi dulu tetapi rakyat tidak sejahtera sehingga bisa menimbulkan muncul lah fenomena money politic sehingga demokrasi tidak bisa berjalan dengan baik,” terang Fadli.
Fadli menyarankan perlu suatu transparasi untuk memberikan masukan kepada Partai Politik terkait masalah dana partai yang ada dan masalah mahar politik yang kemarin sempat menjadi sorotan.
“Saya pikir tidak ada partai politik yang mengajukan syarat seperti itu malah kita dari partai politik yang mengeluarkan dana untuk mencalonkan pasangan untuk maju,” beber dia.
Lebih jauh, Fadli melihat sisitem yang ada saat ini hanya membuat demokrasi berjalan untuk orang kaya saja bukan orang miskin sehingga menjadi oligarki bagi orang kaya dan masuk kedalam dunia politik.
“Saya pikir ini salah dan tidak bisa menjadikan demokrasi bebas karena demokrasi sudah dibajak oleh orang kaya,” pungkasnya.







Komentar