Beritaasatu.com – Mantan aktivis yang pernah dipenjarakan karena menolak kenaikan harga BBM pada 2008, Ferry Joko Juliantono kini menjabat sebagai salah satu pimpinan Partai Gerakan Indonesia Raya.
Mantan tahanan politik itu memegang mandat Prabowo Subianto sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra. Menurutnya, ini amanah bagi dia untuk memperjuangkan dan mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.
“Ini amanah bagi saya untuk mengabdikan diri melalui Partai Gerindra,” katanya (8/4).
Ferry Juliantono yang sangat konsen dengan masyarakat seperti petani dan nelayan berkomitmen terus memperjuangkan kedaulatan rakyat melalui Partai Gerindra.
“Saya komitmen terus memperjuangkan hak buruh, petani dan nelayan. Masyarakat kalangan seperti ini tidak boleh kita tinggalkan, ini yang harus kita rangkul bersama untuk mensejahterakan rakyat,” kata Ketua Dewa
n Tani Indonesia ini.
Menurut Ferry, kenaikan harga BBM yang baru-baru ini bukan hanya sekadar persoalan angka atau statistik.
“Ini bukan hanya sekadar kuota, bukan hanya soal angka. Inti dari persoalan BBM yang muncul adalah kuatnya ideologi pemerintah yang berpandangan neoliberal untuk mendorong dicabutnya subsidi BBM bagi rakyat,” kata Ferry yang terus konsisten memperjuangkan subsidi BBM
Ditemui di tempat yang sama, Anggawira yang juga menjabat sebagai Sekjen Dewan Tani Indonesia meyakini bahwa Partai Gerindra akan terus merangkul kadernya berkontribusi mensejahterahkan rakyat.
“Pak Prabowo pasti terus merangkul nelayan, petani dan buruh. Karena program transformasi yang dicanangkan Partai Gerindra sangat fokus dalam penggalangan pada sektor-sektor tersebut,” kata pengusaha muda yang juga petinggi di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia.







Komentar