2 Maret, Ribuan Massa Siap Pasang Badan Dukung Ahok Ungkap Dana Siluman DPRD

Politik372 Dilihat

Save AhokJakarta, beritaasatu.com – Sebagai bentuk protes sikap anggota dewan DPRD DKI Jakarta layaknya seorang preman yang diduga melakukan praktek perampokan secara sistemik, dua ribuan massa gabungan pemuda dan mahasiswa tergabung dalam Barisan Insan Muda (BIMA) dan Barisan Umat Islam Kaffah (Buikaff) berencana akan menggelar aksi dukungan kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Thahja Purnama, Senin (2/3/2015).

Mereka mengaku siap akan pasang badan untuk pria yang kerap disapa Ahok agar melaporkan dana siluman Rp 12,1 triliun yang dibuat oleh DPRD dalam APBD DKI 2015 kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung, dan Kepolisian.

Menurut Koordinator BIMA Syarief Hidayatullah, dalam aksi nanti, pihaknya akan menyambangi ke Gedung DPRD DKI dan Balaikota DKI dan akan menyajikan aksi teatrikal yakni menyiapkan 20 an wanita cantik dan aksi tarian dancer yang menjadi kegemaran para anggota dewan.

“Kami siapkan wanita cantik ini untuk mereka sebagai aksi protes kali ini. Saya minta mereka agar transparan dan pemakaian anggaran harus bisa dibaca sama orang,” ujar Syarief ketika ditemui usai rapat teklap dibilangan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (28/2/2015).

Selain itu, lanjut Syarief, pihaknya juga akan memberikan dukungan kepada Ahok dalam menghadapi hak angket yang diusung DPRD DKI. Ahok diminta untuk tidak gentar menghadapi anggota dewan.

“Kami siap mendukung Ahok baik secara moril maupun material untuk menghadapi dewan. Bila perlu bubarkan saja DPRD. Kami tegaskan tolak hak angket,” ujar Syarief.

syarief hidayatullah

Lebih lanjut, kata Syarief, BIMA dan Buikaff mengapresiasi langkah Ahok yang sudah melaporkan dana siluman Rp 12,1 triliun yang dibuat oleh DPRD dalam APBD DKI 2015 kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat kemarin (27/2/2015).

“Apa yang dilakukan Ahok sudah tepat, para anggota dewan yang mementingkan dirinya sendiri harus diberi pelajaran. Karena sebenarnya mereka mengusung hak angket itu bukan untuk kepentingan rakyat, melainkan hanya kepentingan diri sendiri yakni pokir-pokir mereka. Selain KPK, Ahok laporkan saja ke Kejagung dan Kepolisian,” tegas Syarief.

Lebih jauh, Syarief menambahkan pihaknya akan mengawal kepemimpinan Ahok sebagai Gubernur sah DKI sampai akhir masa jabatannya.

Sebelumnya, Ahok menemukan dana siluman tersebut sebesar Rp 12,1 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp 4,8 miliar dituliskan dalam APBD, berdalih untuk membeli UPS komputer, yaitu tenaga listrik cadangan untuk komputer.

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah, mengatakan, banyak pokir usulan Dewan yang tak lazim, misalnya pengadaan dispenser sampai ratusan miliar.

“Buat apa coba dispenser. Aneh-aneh,” kata dia. Tahun lalu, ia menambahkan, ada juga program usulan Dewan yang aneh, seperti pengadaan papan tulis elektronik. Sayangnya, ia tak kamu menyebutkan nama anggoat Dewan pengusulnya.

Selain mengusulkan pokir yang tak lazim, Saefullah mengungkapkan, cara anggota Dewan menggangsir APBD yakni dengan memereteli setiap kegiatan yang ada. “Setiap kegiatan dikerok 10 persen dari nomor satu sampai tujuh ribuan sekian,” kata dia. Jika seperti itu, maka pembangunan sekolah,puskesmas, dan lainnya tidak akan pernah selesai. “Ini mengganggu program yang sudah  dirancang.”

Untuk memagari dari praktek culas anggota Dewan, ia pun membuat sistem e-budgeting. Semua kegiatan dan usulan anggota Dewan
sama sekali tak masuk dalam e-budgeting.

“Mereka berikan bentuk exel, tapi e-budgeting tetap terjaga dan tidak berubah.” Namun, ujar dia, karena tidak masuk e-budgeting Dewan mempermasalahkannya, sampai menggunakan hak angket.

Komentar